Rahasia Meede
Judul buku : Rahasia Meede (Misteri Harta Karun VOC)
Penulis : E. S. Ito
Penerbit : Hikmah
Cetakan : 2, Oktober 2007
Tebal : 675 halaman
Satu lagi, sebuah novel yang kaya akan unsur sejarah dan kali ini yang dibahas adalah sejarah indonesia yang biasanya selama ini kita dapat hanya dari latar-latar novelnya pram.
Novel ini dimulai dengan melibatkan tokoh Hatta, salah seorang proklamator kemerdekaan bangsa ini, dengan seting tahun 1949 di Denhaagyaitu ketika sedang alot-alotnya perundingan konferensi meja bundar tentang pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Saat itu, ada salah seorang belanda yang masuk ke rumah tempat para perunding indonesia berkumpul. Orang belanda itu menyerahkan sebuah petunjuk tentang harta karun peninggalan VOC yang sangat banyak jumlahnya dan terkubur di Indonesia. Lalu settingan waktu loncat ke masa kini, ketika beberapa tokoh terlibat dalam pencarian harta karun ini. Dan tentu saja, untuk memecahkan misteri ini sejarah masa lalu harus diungkap.
Perncarian harta karun inilah yang memenuhi halaman-halaman buku ini berikutnya. Pola penceritaan dalam novel ini mirip sekali dengan novelnya Ban Brown. Melibatkan pembunuhan, konspirasi, tokoh penjahat utama yang disamarkan, teka-teki, sejarah, perjalanan, dan nasib tujuan akhirnya (harta karun), ahhh sempurna sudah kemiripannya.
Saya tidak bilang bahwa kesamaan cara penyampaian novel ini membuat novel ini menjadi jelek. Tidak sama sekali. Karena mungkin saja cara penyampaian seperti ini menjadi salah satu yang terbaik dalam menghubungkan latar cerita kekinian dengan sejarah di masa lalu.
Detail sejarah dalam novel ini sangat rinci dibahas oleh E.S Ito. Selain itu, yang lebih penting lagi, cara penyampaian sejarah itu sangat pas. Misalnya, penyampaian sejarah dilakukan dengan adegan seorang guru sejarah menceritakan kisah masa lalu kepada murid-muridnya. Atau diskusi antara dua orang yang mempunyai latar belakang cerita berbeda, dipertemukan, berdiskusi, sehingga menghasilkan sebuah rangkaian cerita yang utuh.
Cara penyampaian pengetahuan dalam novel bagi saya termasuk salah satu yang sangat penting. Kebanyakan novel yang pernah saya baca, terjebak dalam adegan monoton yang tidak perlu. Misalnya, diskusi antar dua orang filsuf, penyampaian materi menjadi monoton ketika dalam penyampaiannya dibahas dengan detail tentang siapa itu karl marx atau hegel. Mungkin niat penulisnya baik, yaitu agar pembacanya nyambung dan mengerti apa yang sedang dibaca. Tapi bagi orang yang mengerti, hal ini akan menjadi konyol. Masak sama-sama filsuf, tapi tokoh filsafat terkenal dibahas hal-hal umumnya! Ngerti ga? ngga! ah, ya sudahlah. Tapi intinya, dalam buku ini tidak ada kekurangan ini.
Bagi saya sendiri, saya banyak menemukan fakta-fakta yang saya tidak pernah dapat waktu pelajaran sejarah jaman sd, smp, atau sma dulu. Dan buat orang yang lama tinggal di jakarta, tentu saja, membaca novel ini akan punya perasaan yang berbeda karena akan lebih bisa mengerti kondisi sebenarnya. (*togog)
max said,
December 12, 2007 at 7:00 pm
menurut saya ini buku yg bagus… salam kenal
butahuruf said,
December 14, 2007 at 6:13 pm
salam kenal juga
adrian said,
January 3, 2008 at 12:12 pm
setuju mas, ini buku yang dahsyat (menurut saya)
soalnya jarang banget penulis indonesia yang memadukan sastra dengan sejarah.
yang kangen dengan karya mbah Pram, mungkin dengan baca ini akan sedikit terobati.
butahuruf said,
January 3, 2008 at 12:45 pm
to : adrian
ya betul sekali. konon buku pertama es ito yang judulnya negara kelima lebih keren. tapi susah nyarinya. udah ga cetak.
salam kenal.
puput said,
March 13, 2008 at 1:02 am
Kebetulan saya baru beres baca buku ini juga, dan sedang berburu negara kelima. Ceritanya menarik, saya membayangkan kalo ini diangkat jadi film, mungkin bisa meneruskan apa yang sudah dimulai Kala.
butahuruf said,
April 21, 2008 at 11:01 pm
@ puput
iya, saya juga lagi nyari negara kelima. ngga dicetak lagi kayanya. mesti berburu ke kios-kios buku terpencil. hehe
boy said,
April 24, 2008 at 6:17 pm
ada bajakannya ga ya? bentuk pdf.
bukan karena ga mau beli, tapi disini ga ada yang jual buku indonesia
salam
waduh, kalo di lapangan sih mungkin ada. tapi kalo saya ga punya
. kalo novel indonesia biasanya jarang ada bajakannya. kalo novel barat sih banyak
Dini said,
July 30, 2008 at 11:22 pm
Blog kalian sempurna banget. Senang terdampar disini!
Aku lagi dalam proses baca buku ini. Baru aja dapet
Abis gantian ma seisi rumah.
Makasih review-nya.
Keep up the good work